Seluk Beluk Kartu Domino Dulu Dan Sekarang

Seluk Beluk Kartu Domino

Seluk beluk kartu domino punya sejarah panjang yang tidak bisa dihilangkan begitu saja dalam kehidupan masyarakat. Tidak hanya di Indonesia, bahwkan di negara asalnya, domino juga masih menjadi salah satu permainan yang memiliki banyak peminat.

Kartu yang memiliki kekhasan bentuk ini memang sudah lama menemani masyarakat dari seluruh kelas, baik yang terendah sampai kaisar sekalipun, semua pernah memainkan kartu domino bahkan sangat menyukainya. Sebagaimana yang Anda ketahui bahwa kartu domino memiliki jumlah kartu sebanyak 28 buah.

Masing-masing berukuran sama, yakni sekitar 3×5 cm. Di setiap kartu tersebut terdapat bulatan-bulatan yang kadang berwarna merah atau hitam dengan jumlah yang bervariasi, mulai dari satu sampai seterusnya. Adapun keberadaan kartu ini memang telah diperkenalkan oleh para saudagar yang berasal dari Cina.

Pertama kali kartu ini diperkenalkan oleh penciptanya yakni Keung Tai Kung yakni pada 1120 Masehi. Saat itu, Keung Tai, yang merupakan abdi dari sang kaisar Hung Tsung, sengaja membatkan permainan untuk bisa dimainkan kaisarnya.

Sejarah Kartu Domino Dari Masa Ke Masa

Setelah kaisar Hung Tsung mangkat, barulah penerusnya, yakni kaisar Kao Tsung mulai menyebarluaskan permainan kartu domino ini ke seluruh wilayah bahkan sampai ke belahan dunia, yang dimulai pada tahun 1127.

Sejarah juga mencatat bahwa permainan kartu domino ini bahkan telah tersebar luas ke seluruh daratan Eropa pada abad ke 18. Adapun alasan dinamakan domino sebenarnya juga bukan berasal dari bahasa Cina. Karena familiar permainan ini justru di Eropa, maka permainan ini dinamakan domino, yang berasal dari bahasa latin Dominus.

Arti daripada Dominus sendiri adalah tuan rumah. jadi, kartu dan permainan domino yang telah sampai kepada kita saat ini bukan murni sebagaimana yang ada di Cina, akan tetapi telah mengalami semacam evolusi ketika ada di Eropa.

Adapun untuk jenis domino sendiri ternyata memang ada dua, yakni domino yang berbentuk kertas yang juga bisa berasal dari bahan plastik, dan domino yang memiliki bentuk balok.

Sebagaimana yang dijelaskan sebelumnya, bahwa untuk warna bulatan-bulatan dalam domino ini biasanya adalah warna merah, jika tidak begitu, maka warnanya adalah hitam. Biasanya juga, warna bulatan hitam ini digunakan pada domino yang berbahan dasar balok.

Akan tetapi di era yang lebih modern ini, warna kartu domino juga mulai beragam dan warna bulatannya pun menyesuaikan dengan warna kartu secara keseluruhan, bisa ungu, biru, kuning, dan lain sebagainya.

Namun meski begitu, seluk beluk permainan kartu ini tidak pernah dikenal sulit dan justru sangat mudah. Saking mudahnya permainan ini, tidak heran jika bahkan di Indonesia, permainan ini menjadi sangat populer dan menjadi primadona masyarakat, utamanya di daerah pedesaan.

Secara konvensional, permainan kartu ini dimulai dengan membagikan kartu pada masing-masing peserta yang ikut dalam satu lingkaran. Untuk kebiasaannya, masing-masing peserta atau pemain tersebut akan mendapatkan 7 kartu.

Jika semua sudah mendapatkan bagiannya, satu kartu akan di buka di tengah permainan dan peserta harus menyesuaikan angka yang tertera pada kartu tersebut. yang menang adalah Anda yang dapat memblokir permainan lawan, sehingga tidak bisa meneruskan baris domino selanjutnya.

Sementara untuk era digital sebagaimana yang tengah terjadi saat ini, permainan kartu domino sudah mulai digantikan dengan adanya domino online.

Telah banyak situs yang menyediakan jenis-jenis permainan menggunakan kartu domino secara daring dan dapat dimainkan dimanapun dan kapanpun, dan juga dengan orang dimanapun. Tentunya ada kekurangan dan kelebihan dari perubahan permainan ini dulu dengan sekarang.

Demikian artikel kali ini yang membahas tentang sejarah seluk beluk kartu domino dari dulu dan sekarang, semoga bermanfaat, terimaksih.

Add a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *